Perihal Cinta
Ayah..
Saat ini, kau masih jadi satu-satunya laki-laki yang paling kuhormati..
Yang menjadi alasan besar untuk diriku menjaga diri..
Sebab, segala apapun yang aku kerjakan saat ini adalah yang akan menjadi pertanggung jawabanmu di hadapan Allah nanti..
Aku yang akan menjadi penentu, kunci pintu mana yang akan kubuka, surga ataukah neraka..
Iya aku, anak gadismu satu-satunya..
Ayah..
Kelak, jika telah ada seorang pemuda yang datang menemuimu,
Menawarkan dirinya untuk mengambil alih segala tugasmu,
Untuk mengambil alih segala penjagaanmu terhadap aku, anak gadismu satu-satunya..
Semoga dia adalah yang akan benar-benar kau ridhoi..
Yang benar-benar kau percayai untuk menyerahkan anak gadismu ini pada sosok yang baru di kenalmu..
Ayah..
Dan saat itu pula,
Kau tak lagi menjadi laki-laki pertama yang paling ku hormati..
Tak lagi menjadi laki-laki pertama yang menghapus air mataku..
Tak lagi menjadi laki-laki pertama yang menjadi tempatku berkeluh kesah..
Ayah..
Meski begitu,
Sampai kapanpun itu..
Kau akan tetap menjadi raja dalam hidupku,
Meski akan ada sosok pangeran yang nanti mengisi hari-hariku..
Teruntuk Ayah..
Do'akan anak gadismu yang manja ini,
Agar bisa menjadi anak yang tidak memberatkan penghisabanmu kelak..
Yang akan memudahkanmu untuk meniti jembatan menuju surga..
Teruntuk Allah yang Maha Mengetahui segala isi hati..
Sehatkanlah Ayah..
Panjangkan umurnya..
Lindungi dia..
Berkahi hidupnya..
Tabahkanlah hatinya..
Kuakan imannya..
Aamiin Aamiin ya Rabbal 'Alaamiin..
Saat ini, kau masih jadi satu-satunya laki-laki yang paling kuhormati..
Yang menjadi alasan besar untuk diriku menjaga diri..
Sebab, segala apapun yang aku kerjakan saat ini adalah yang akan menjadi pertanggung jawabanmu di hadapan Allah nanti..
Aku yang akan menjadi penentu, kunci pintu mana yang akan kubuka, surga ataukah neraka..
Iya aku, anak gadismu satu-satunya..
Ayah..
Kelak, jika telah ada seorang pemuda yang datang menemuimu,
Menawarkan dirinya untuk mengambil alih segala tugasmu,
Untuk mengambil alih segala penjagaanmu terhadap aku, anak gadismu satu-satunya..
Semoga dia adalah yang akan benar-benar kau ridhoi..
Yang benar-benar kau percayai untuk menyerahkan anak gadismu ini pada sosok yang baru di kenalmu..
Ayah..
Dan saat itu pula,
Kau tak lagi menjadi laki-laki pertama yang paling ku hormati..
Tak lagi menjadi laki-laki pertama yang menghapus air mataku..
Tak lagi menjadi laki-laki pertama yang menjadi tempatku berkeluh kesah..
Ayah..
Meski begitu,
Sampai kapanpun itu..
Kau akan tetap menjadi raja dalam hidupku,
Meski akan ada sosok pangeran yang nanti mengisi hari-hariku..
Teruntuk Ayah..
Do'akan anak gadismu yang manja ini,
Agar bisa menjadi anak yang tidak memberatkan penghisabanmu kelak..
Yang akan memudahkanmu untuk meniti jembatan menuju surga..
Teruntuk Allah yang Maha Mengetahui segala isi hati..
Sehatkanlah Ayah..
Panjangkan umurnya..
Lindungi dia..
Berkahi hidupnya..
Tabahkanlah hatinya..
Kuakan imannya..
Aamiin Aamiin ya Rabbal 'Alaamiin..
Komentar
Posting Komentar